Saturday, February 23, 2013

Love Stranger (PROLOG)

Posted by E.A.S at 11:30 AM
Title: Love Stranger
Genre: Angst, Romance
Casts: Soon
Categories: Chapters

All copyright is mine. Take with full credits.

Udara malam pertengahan Februari kala itu memilukan adanya. Tatkala jari sang Dewi Angin menari memainkan tuts piano kahyangan dengan piawainya. Kadang badai salju datang. Atau mungkin hanya hembusan biasa yang menusuk tulang rangka.

Sebuah tepian sungai yang biasanya ramai malam itu tampak lenggang dari kesesakkan. Hanya ada seorang gadis dengan rambut bergelombang yang terurai tertiup angin. Kepalanya memangku pada kedua tangannya yang kini sedang terlipat di atas pegangan jembatan, sementara kakinya melayang menaiki satu pijakan jembatan dengan tegasnya. Sesekali ia mengambil nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya bersama uap putih yang dilebur oleh kibasan angin malam itu. Guratan wajahnya jelas menunjukkan jiwanya kini sedang berkejar-kejaran memikirkan setiap penggal kejadian yang berusaha ia satukan menjadi sebuah cerita yang utuh. Ditatapnya sungai yang kini indahnya menerobos pupil coklat kedua bola matanya. Berharap ketenangan yang dipancarkan sungai itu mampu menenangkan hatinya juga.

Dia berusaha memikirkan dengan jernih apa-apa yang mengganjal dalam hatinya. Meski ia merasa ingin meledak, selalu saja sebingkai keceriaan memancar dari matanya. Dia tidak akan menangis. Atau tidak boleh menangis untuk tepatnya. Kejadian malam itu jelas menjadi klimaks dari masalahnya. Menyempurnakan kehancuran hidupnya yang kini sedang ia coba satukan. Meski puing-puing itu terlalu kecil, berserakan dimana-mana, atau mungkin terbawa orang? Entahlah. Apa masih ada harapan untuk hidupnya? Jika memang tidak... biar dia memaksakan kehendak tuhan. Selamanya dia tidak akan pernah menyerah. Tidak akan dengan semudah itu menyerahkan hidupnya. Meski untuk itu, tidak akan ada lagi kebahagiaan yang menopangnya.

Jung Hyejin tertegun tatkala satu demi satu kilasan wajah melintas di depan matanya. Apa yang salah dengan hidupnya? Semuanya pergi, meninggalkannya berteman dengan sunyi. Dia bahkan belum dewasa. Masih banyak hal yang perlu dia jamah. Bukan seorang diri. Bukan dengan sepi. Melainkan bersamanya, bersama mereka. Hyejin terlalu lelah berpikir, membuat alam bawah sadarnya perlahan merayapi setiap inci kesadarannya, membawa dirinya melayang bersama angan indah di dunia yang lain. Dia tertidur, ya tertidur, masih di atas jembatan tadi. Semantara itu, sepersikan meter jauhnya, sepasang iris hitam tengah memperhatikan tiap-tiap gerakannya. Tampak menunggu sebuah klise kejadian yang akan terjadi setelah itu.

 

GET YOUR CRAYON Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review