Dear you..
I can’t fight this feeling anymore..
So I write this puisi. The puisi is so dangdut.
I’m not berbakat dalam hal ini.
Lavender Brown mungkin sedikit sinting,
karena menggunakan Amortentia untuk memikat Ron..
Tapi aku nggak sesinting dia untuk membuatmu tertarik padaku..
I just want you love me because you do.
Aku ingin kau seromantis Bruno Mars, tapi itu tidak perlu.
Cause you’re amazing just the way you are..
You have your own way to make others feel comfort.
Mungkin puisiku ini super dangdut seperti lagunya Roma Irama atau Iis Dahlia,
atau Siti KDI yang adiknya Iis Dahlia itu.
Iya, dia memang adiknya Iis Dahlia.
Jadi.. Selama ini kamu nggak tahu? Kemana aja, cyiiin?
Kamu memang tidak secharming Cedric Diggory,
tapi aku kan sudah bilang, you’re amazing just the way you are..
Kamu punya cara sendiri untuk membuatku cenat-cenut.
Walaupun kamu nggak sadar, kan, selama ini kamu sudah membuatku cenat-cenut?
*terdengar lagu SM*SH – I Heart You dari kejauhan*
Kalau kamu menyuruhku meminum jus Mandrake,
aku tidak akan bertanya apa alasannya,
aku akan langsung meminumnya..
Walaupun aku nggak tahu jus Mandrake itu apa.
Mungkin sejenis roti kering yang di-jus.
Jika kau mengajakku ke Yule Ball,
mungkin aku akan kayang di depan Profesor Snape saking senangnya..
Tidak peduli apa resikonya.
Sayangnya aku tidak bisa kayang,
jadi mungkin aku akan sikap lilin.
Sayangnya aku juga tidak bisa sikap lilin,
jadi aku nggak tahu aku harus apa.
Mungkin aku akan tersenyum sampai babi bisa terbang.
Aku tidak tahu mengapa aku menyukaimu.
Apa cinta perlu alasan?
Jika aku menyukaimu karena memiliki alasan tertentu,
jadi ketika alasan itu hilang, cintaku padamu akan hilang?
Aku tahu, terlalu berlebihan bila aku mengatakan perasaanku tak kan hilang dimakan waktu.
Mungkin aku bisa bilang,
Perasaanku padamu akan tetap bertahan sampai lagunya Rio Febrian yang judulnya Aku Bertahan diganti menjadi Aku Tidak Bisa Bertahan.
Apakah kamu tahu boyband B1A4?
Apakah kamu tahu aku sangat menggemari Baro B1A4?
Yang berasal dari Gwangju itu..
Oh kamu nggak tahu?
Nggak apa-apa.
Kamu Google deh sekarang.
Mengapa aku memintamu untuk melakukan hal itu?
Karena siapa tahu kamu bertemu dengannya.
Jangan lupa mintakan tanda tangannya untukku.
Aku sama tidak mengertinya denganmu mengapa aku membawa-bawa Baro dalam puisi ini.
Apakah kamu pernah mendengar lagu Tikus Makan Sabun yang sering diputar di Space Toon?
Tidak pernah?
Oh, tidak apa-apa.
Karena aku akan memberi tahumu seperti apa liriknya..
“Tikus makan sabun.. Tikus makan sabuuuun.. Sabun mandi, dimakanin, aku jadi kesel, jadi binguuung…”
Iya, lagunya memang aneh.
Penyanyinya saja hanya memakai celana dalem dan kaos sambil membawa botol susu.
Kamu nggak perlu kaget, dia masih kecil kok. Namanya Noni.
Sumpah aku nggak bohong.
Aku masih ingat siapa yang menyanyikan lagu itu,
seperti apa lagunya..
Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku memberitahumu si Noni dan lagunya, Tikus Makan Sabun?
Coba deh kamu perhatikan lagi liriknya..
Ya, aku rela jadi tikusnya.
Asal kamu jadi sabunnya.
Aku rela jadi si Noni,
yang menyanyi hanya memakai celana dalem.
Asal kamu jadi botol susunya.
Aku rela disuruh kamu makan sabun mandi,
asal kamu siap menanggung resikonya.
Kalau aku mati dan ayahku tahu aku mati karena kamu menyuruhku makan sabun,
kamu bakal dibacok sama dia.
Sebentar lagi hari Valentine,
aku juga nggak tahu itu maksudnya apa.
Aku pernah dengar dari orang-orang,
katanya hari Kasih Sayang.
Hari dimana kita mencurahkan kasih sayang kita kepada orang yang kita sayang.
Aku nggak mengerti orang-orang.
Aku nggak mengerti dunia.
Yang ku tahu,
Untuk mencurahkan kasih sayangku padamu,
Tak perlu menunggu hari Valentine.
Kalau perlu, aku akan mendatangi rumahmu sekarang.
Sayangnya tidak perlu,
Karena aku tidak tahu dimana rumahmu.
Ditambah lagi,
Mukaku ini dekil dan aku sedikit gembel,
Bisa-bisa aku diusir mamah kamu disangka pengemis.
Ya, orang-orang bilang, mukaku mirip pengemis.
Lagi pula,
Aku nggak memiliki baju bagus.
Baju yang keren.
Aku nggak cantik.
Bukan, bukannya aku jaim.
Aku hanya nggak ingin terlihat jelek di matamu.
Meskipun, sekeras apa pun aku mencoba,
Aku akan tetap terlihat jelek.
Bukannya itu hal yang dilakukan orang jatuh cinta?
Berusaha tampil sebaik mungkin di depan crush-nya.
Tapi aku nggak bisa tampil sebaik mungkin di depanmu,
Karena nggak ada yang bisa diperbaiki dari mukaku.
Sampai kapan pun mukaku akan tetap seperti pengemis.
*menangis di bawah hujan*
Kalau memang kau tidak menyukaiku,
Tak apa.
Toh aku tidak ingin memaksakan cinta.
Untuk apa aku merasa senang karena dicintai secara paksa?
Aku tidak akan memaksamu.
Kalau aku memaksa,
Aku akan membuatmu sakit.
Membuatmu merasa tidak nyaman.
Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman.
Apalagi karena aku.
Kau tahu mengapa? Tidak perlu bertanya mengapa.
Itu pertanyaan retoris.
Tapi, bisakah aku menyentuh jemarimu?
Jika kau tidak mau aku menyentuh jemarimu,
Tidak apa.
Aku mengerti.
Jika aku adalah dirimu,
Aku juga tidak ingin jemariku disentuh tangan kotor seorang pengemis.
Maksudnya, tangan kotor seseorang yang mukanya seperti pengemis.
Aku mengerti.
*menangis di pojokan*
Tapi, bisakah aku meminta satu hal?
Jika kau ingin menolakku, tolaklah secara halus.
Please. *puppy eyes*
Jika kau menolakku secara mentah-mentah,
Memarahiku,
Bisa-bisa aku hipotermia.
Seperti lagunya Gita Gutawa.
Mungkin kau akan kesal kepadaku dan bilang,
“Pergi kau ke ujung duniaaa! Dehidrasi di gurun Saharaaa! Hilang di samudera Antartika!
Pergi kau ke ujung duniaaa! Hipotermia di Kutub Utaraaa! Hilang di Segitiga Bermudaaa!”
Maaf, aku tiba-tiba ngedangdut lagi.
Terbawa suasana.
Tapi aku tahu kau tidak mungkin berbuat sekejam itu padaku.
Karena aku tahu,
Kau sangat baik.
Well, aku tidak tahu cintaku ini unrequited love atau bukan.
Tapi kalaupun iya, aku bisa menerima.
Karena sudah biasa.
Orang bisa karena biasa. See?
Aku bisa mengerti.
Aku pernah membayangkan.
Kamu bertanya padaku, “Which one is more important? Me or your life?”
Dan aku menjawab, “My life.”
Then you walk away. Without knowing something.
Kamu nggak tahu bahwa kamu adalah hidupku. Yes, you’re my life.
Aku senang karena pernah menyukaimu.
It’s so unbelievable.. And I don’t wanna let it flow..
It’s something so beautiful.. Flowing down like a waterfall..
Aku mau bilang…
Time Square can’t shine as bright as you. I swear it’s true..
Hey there you,
I’ve got so much left to say.
If every simple song I wrote to you would take your breath away,
I’d write it all.
Terakhir, thanks for being my crush
There’s only 1 thing 2 do 3 words 4 you..
I love you. :P
I can’t fight this feeling anymore..
So I write this puisi. The puisi is so dangdut.
I’m not berbakat dalam hal ini.
Lavender Brown mungkin sedikit sinting,
karena menggunakan Amortentia untuk memikat Ron..
Tapi aku nggak sesinting dia untuk membuatmu tertarik padaku..
I just want you love me because you do.
Aku ingin kau seromantis Bruno Mars, tapi itu tidak perlu.
Cause you’re amazing just the way you are..
You have your own way to make others feel comfort.
Mungkin puisiku ini super dangdut seperti lagunya Roma Irama atau Iis Dahlia,
atau Siti KDI yang adiknya Iis Dahlia itu.
Iya, dia memang adiknya Iis Dahlia.
Jadi.. Selama ini kamu nggak tahu? Kemana aja, cyiiin?
Kamu memang tidak secharming Cedric Diggory,
tapi aku kan sudah bilang, you’re amazing just the way you are..
Kamu punya cara sendiri untuk membuatku cenat-cenut.
Walaupun kamu nggak sadar, kan, selama ini kamu sudah membuatku cenat-cenut?
*terdengar lagu SM*SH – I Heart You dari kejauhan*
Kalau kamu menyuruhku meminum jus Mandrake,
aku tidak akan bertanya apa alasannya,
aku akan langsung meminumnya..
Walaupun aku nggak tahu jus Mandrake itu apa.
Mungkin sejenis roti kering yang di-jus.
Jika kau mengajakku ke Yule Ball,
mungkin aku akan kayang di depan Profesor Snape saking senangnya..
Tidak peduli apa resikonya.
Sayangnya aku tidak bisa kayang,
jadi mungkin aku akan sikap lilin.
Sayangnya aku juga tidak bisa sikap lilin,
jadi aku nggak tahu aku harus apa.
Mungkin aku akan tersenyum sampai babi bisa terbang.
Aku tidak tahu mengapa aku menyukaimu.
Apa cinta perlu alasan?
Jika aku menyukaimu karena memiliki alasan tertentu,
jadi ketika alasan itu hilang, cintaku padamu akan hilang?
Aku tahu, terlalu berlebihan bila aku mengatakan perasaanku tak kan hilang dimakan waktu.
Mungkin aku bisa bilang,
Perasaanku padamu akan tetap bertahan sampai lagunya Rio Febrian yang judulnya Aku Bertahan diganti menjadi Aku Tidak Bisa Bertahan.
Apakah kamu tahu boyband B1A4?
Apakah kamu tahu aku sangat menggemari Baro B1A4?
Yang berasal dari Gwangju itu..
Oh kamu nggak tahu?
Nggak apa-apa.
Kamu Google deh sekarang.
Mengapa aku memintamu untuk melakukan hal itu?
Karena siapa tahu kamu bertemu dengannya.
Jangan lupa mintakan tanda tangannya untukku.
Aku sama tidak mengertinya denganmu mengapa aku membawa-bawa Baro dalam puisi ini.
Apakah kamu pernah mendengar lagu Tikus Makan Sabun yang sering diputar di Space Toon?
Tidak pernah?
Oh, tidak apa-apa.
Karena aku akan memberi tahumu seperti apa liriknya..
“Tikus makan sabun.. Tikus makan sabuuuun.. Sabun mandi, dimakanin, aku jadi kesel, jadi binguuung…”
Iya, lagunya memang aneh.
Penyanyinya saja hanya memakai celana dalem dan kaos sambil membawa botol susu.
Kamu nggak perlu kaget, dia masih kecil kok. Namanya Noni.
Sumpah aku nggak bohong.
Aku masih ingat siapa yang menyanyikan lagu itu,
seperti apa lagunya..
Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku memberitahumu si Noni dan lagunya, Tikus Makan Sabun?
Coba deh kamu perhatikan lagi liriknya..
Ya, aku rela jadi tikusnya.
Asal kamu jadi sabunnya.
Aku rela jadi si Noni,
yang menyanyi hanya memakai celana dalem.
Asal kamu jadi botol susunya.
Aku rela disuruh kamu makan sabun mandi,
asal kamu siap menanggung resikonya.
Kalau aku mati dan ayahku tahu aku mati karena kamu menyuruhku makan sabun,
kamu bakal dibacok sama dia.
Sebentar lagi hari Valentine,
aku juga nggak tahu itu maksudnya apa.
Aku pernah dengar dari orang-orang,
katanya hari Kasih Sayang.
Hari dimana kita mencurahkan kasih sayang kita kepada orang yang kita sayang.
Aku nggak mengerti orang-orang.
Aku nggak mengerti dunia.
Yang ku tahu,
Untuk mencurahkan kasih sayangku padamu,
Tak perlu menunggu hari Valentine.
Kalau perlu, aku akan mendatangi rumahmu sekarang.
Sayangnya tidak perlu,
Karena aku tidak tahu dimana rumahmu.
Ditambah lagi,
Mukaku ini dekil dan aku sedikit gembel,
Bisa-bisa aku diusir mamah kamu disangka pengemis.
Ya, orang-orang bilang, mukaku mirip pengemis.
Lagi pula,
Aku nggak memiliki baju bagus.
Baju yang keren.
Aku nggak cantik.
Bukan, bukannya aku jaim.
Aku hanya nggak ingin terlihat jelek di matamu.
Meskipun, sekeras apa pun aku mencoba,
Aku akan tetap terlihat jelek.
Bukannya itu hal yang dilakukan orang jatuh cinta?
Berusaha tampil sebaik mungkin di depan crush-nya.
Tapi aku nggak bisa tampil sebaik mungkin di depanmu,
Karena nggak ada yang bisa diperbaiki dari mukaku.
Sampai kapan pun mukaku akan tetap seperti pengemis.
*menangis di bawah hujan*
Kalau memang kau tidak menyukaiku,
Tak apa.
Toh aku tidak ingin memaksakan cinta.
Untuk apa aku merasa senang karena dicintai secara paksa?
Aku tidak akan memaksamu.
Kalau aku memaksa,
Aku akan membuatmu sakit.
Membuatmu merasa tidak nyaman.
Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman.
Apalagi karena aku.
Kau tahu mengapa? Tidak perlu bertanya mengapa.
Itu pertanyaan retoris.
Tapi, bisakah aku menyentuh jemarimu?
Jika kau tidak mau aku menyentuh jemarimu,
Tidak apa.
Aku mengerti.
Jika aku adalah dirimu,
Aku juga tidak ingin jemariku disentuh tangan kotor seorang pengemis.
Maksudnya, tangan kotor seseorang yang mukanya seperti pengemis.
Aku mengerti.
*menangis di pojokan*
Tapi, bisakah aku meminta satu hal?
Jika kau ingin menolakku, tolaklah secara halus.
Please. *puppy eyes*
Jika kau menolakku secara mentah-mentah,
Memarahiku,
Bisa-bisa aku hipotermia.
Seperti lagunya Gita Gutawa.
Mungkin kau akan kesal kepadaku dan bilang,
“Pergi kau ke ujung duniaaa! Dehidrasi di gurun Saharaaa! Hilang di samudera Antartika!
Pergi kau ke ujung duniaaa! Hipotermia di Kutub Utaraaa! Hilang di Segitiga Bermudaaa!”
Maaf, aku tiba-tiba ngedangdut lagi.
Terbawa suasana.
Tapi aku tahu kau tidak mungkin berbuat sekejam itu padaku.
Karena aku tahu,
Kau sangat baik.
Well, aku tidak tahu cintaku ini unrequited love atau bukan.
Tapi kalaupun iya, aku bisa menerima.
Karena sudah biasa.
Orang bisa karena biasa. See?
Aku bisa mengerti.
Aku pernah membayangkan.
Kamu bertanya padaku, “Which one is more important? Me or your life?”
Dan aku menjawab, “My life.”
Then you walk away. Without knowing something.
Kamu nggak tahu bahwa kamu adalah hidupku. Yes, you’re my life.
Aku senang karena pernah menyukaimu.
It’s so unbelievable.. And I don’t wanna let it flow..
It’s something so beautiful.. Flowing down like a waterfall..
Aku mau bilang…
Time Square can’t shine as bright as you. I swear it’s true..
Hey there you,
I’ve got so much left to say.
If every simple song I wrote to you would take your breath away,
I’d write it all.
Terakhir, thanks for being my crush
There’s only 1 thing 2 do 3 words 4 you..
I love you. :P
.
.
.
.
.
.
.
.
=_=
A/N: Mungkin banyak kata atau pernyataan yang kalian ga ngerti, sebenernya itu sangat berhubungan dengan hal-hal yang ada di Harry Potter, secara saya adalah Harry Potter Fan.... tapi kalau emang kalian merasakan penasaran berkelanjutan, kalian bisa googling semua yang ga kalian mengerti, ok^_~
Bye.